Love, Woman.
  • Home
  • Beauty
    • Skincare
      • Cleansing
      • Toner
      • Essence
      • Ampoule
      • Serum
      • Moisturizer
      • Sunscreen
    • Makeup
      • Primer
      • Complexion
      • Eye Product
      • Lip Product
    • Bodycare
    • Haircare
    • Tools
    • Event
  • Fashion
  • Lifestyle
    • Travel
    • Hangout
    • Food
  • About
  • Contact
Pantai Nusa Dua Bali

Hai! Lama banget aku enggak posting blog yaa. Aku memang lagi vakum kemarin karena agak lelah sama kehidupan real. Lebih lelah lagi sama kehidupan dunia maya yang banyak lika liku, lebih banyak drama daripada kehidupan real aku haha. Makanya kemarin aku menikmati liburan di Bali selama seminggu. 3 hari perjalanan PP, 4 hari stay di Bali. Perjalanannya 3 hari? Kok lama? Ya lama karena aku naik mobil kesananya hahaha. Perjalanan berangkat 2 hari, pulang 1 hari. Kok bisa beda? Yaa karena.. Simak dulu deh ceritaku ini :D

Tol Surabaya

Aku berangkat hari Senin sore tanggal 8 Juli 2019 sekitar pukul 17:20. Salahnya disini aku berangkat terlalu sore, alhasil terjebak macet selama 3 jam di Cikunir, Bekasi. Akhirnya bisa jalan lancar dan bisa mampir ke rest area KM 19 sekitar pukul 23:40. Lanjut jalan lagi, tapi kita semua ngantuk (aku pergi bertiga sama pacar dan adeknya hehe) akhirnya mampir ke rest area KM 39 untuk tidur. Ya kita semua tidur di mobil hehe. Sekitar pukul 5:00 kami lanjut jalan lagi, siang sekitar pukul 11:20 balik istirahat lagi di rest area KM 429. Sebelumnya sempat berhenti di KM 379 di tol Batang - Semarang, tapi cuma jajan aja sambil istirahatin mobil (mobil juga bisa capek kak :( ). Rest area KM 429 termasuk yang nyaman banget karena kamar mandinya bersih dan lumayan besar, bahkan ada tempat duduk buat nunggu disitu.

Penyebrangan Ketapang Bali

Setelah istirahat, tentunya lanjut jalan lagi biar cepat sampai di Bali haha. Tapi ternyata enggak bisa secepat itu gengs, karena baru bisa sampai pelabuhan Ketapang pada pukul 23:00. Waktu sampai di pelabuhan, petugas meminta SIM dan STNK pengendara. Biaya yang dikenakan untuk menyebrang adalah Rp. 159.000,-, biaya tersebut udah termasuk orang, jadi tidak dihitung perorangan lagi, 1 mobil = 159k. Kapal yang kita naiki random, enggak bisa pilih ya haha. Aku saranin di atas kapal pakai jaket atau sweater karena anginnya kenceng banget sis! Oh ya selama di kapal aku berdiri di luar ruangan, sengaja biar kena angin dan enggak mabok. Karena kalau duduk doang di dalam ruangan beuh berasa banget goyangnya, pusing yang ada.

Hotel Horison Seminyak Bali
Hotel Horison Seminyak Bali

Sekitar pukul 00:42 tanggal 10 Juli 2019 kami mendarat di Bali dan melanjutkan perjalanan lagi, sampai akhirnya sekitar pukul 8:00 kami sampai di Hotel Horison Seminyak. Ya, kami menginap disana, harganya saat itu Rp. 540.000,-/malam. Tentu aja sesuai dengan harganya, hotelnya nyaman banget, kasurnya besaaaaarr sekali karena kamar yang aku tempatin ini kayak dua kasur didempetin jadi satu gitu jadi guede banget haha.

Pantai Double Six Seminyak Bali
Pantai Double Six Seminyak Bali

Made Manis Gelato Seminyak Bali

Anyway aku ngerasa beruntung banget bisa menginap di Horison Seminyak karena ternyata sangat dekat dengan pantai 66 a.k.a Double Six Beach. Kalau kalian tau La Plancha, beach club yang posisinya persis di depan Sunset, nah kalian tinggal jalan aja sekitar 400m dari Hotel Horison. Di sekeliling hotel pun banyak toko baju, tas, aksesoris, resto kecil, toko gelatto, semuanya bisa dijangkau dengan jalan kaki. Aku sempat mampir ke Warung Made untuk beli gelatto. Tempatnya enak karena modelnya kayak foodcourt dan ada toko bajunya juga. Waktu aku datang kesana juga ada live music-nya.


Aku enggak akan panjang lebar cerita aku main kemana aja selama di Bali, karena nanti akan aku upload di Youtube Channel-ku. Kalau udah aku post nanti aku share linknya disini dan di instagramku.

Biaya kasar yang dibutuhkan untuk ke Bali naik mobil sebetulnya lebih hemat dibanding naik pesawat (harga normal) kalau kalian perginya ber-3 atau ber-4 karena kan ongkosnya jadi dibagi rata tuh. So aku rinciin aja nih biayanya :
  • Hotel - 300.000 (1 kamar) x 4 malam : 1.200.000
  • Bensin - 1 minggu : 1.900.000
  • E-money / e-toll : 2.000.000
  • Penyebrangan kapal ferry - 159.000 x 2 (pp) : 318.000
Totalnya Rp. 5.418.000,- dan itu dibagi 4 orang, misal kalian perginya ber-4 berarti perorang hanya keluar budget Rp. 1.354.500,- untuk akomodasi (diluar budget makan ya). Untuk hotel sebetulnya ada yang lebih murah, kalian bisa cek di aplikasi OYO, RedDoorz, atau aplikasi lainnya. Kalau kalian mau neken budget banget aku saranin sih OYO atau hotel kapsul gitu. Atau bisa juga ke guest house, banyak juga yang murah kok. Kemarin aku sempat liat ada hotel/guest house yang harganya 100-200k, tapi ya memang posisinya enggak dekat sama pantai, sesuai sama harga deh hehe.

Btw, budget tol sama bensin udah termasuk untuk jalan ke Nusa Dua ya, karena aku kemarin ke Nusa Dua hehehe. Pokoknya total bensin sama e-toll itu udah termasuk untuk jalan-jalan di Bali hehe.

Jadi, minat pergi ke Bali naik mobil? Seru banget sih menurutku bener-bener berasa jalannya, ya iya lah ya perjalanannya 1 hari hahaha. But so much fun, bahkan aku udah berencana mau kesana lagi tahun depan, ya tentu aja naik mobil lagi :D

Sekian cerita dari aku, semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua yang mau travelling ke Bali. See you on my next story!

Love,
R i z t `



Hai beauties! Balik lagi ke blog yang tulisannya sesuka hatiku ini. Jadi disini aku mau kenalin sesi baru dari blog aku yaitu MARLING a.k.a Maroon Yang Gugling (re : googling, google), kamu tinggal baca aja, haha. Di sesi MARLING ini aku akan bahas apapun yang kalian ingin tau, atau apapun yang orang-orang suka bingung terhadap hal itu. Kadang aku suka dapat pertanyaan di DM instagram aku seperti : "Betul enggak sih pori-pori bisa mengecil?" atau "Jerawat aku kok enggak ilang-ilang ya padahal udah aku pakein obat jerawat terus?" Nah daripada bingung, jadi mending aku yang cari tau info tentang hal yang kalian bingungin, lalu aku ceritain lagi ke kalian biar enggak bingung lagi. Sekarang bingung enggak baca tulisanku? Haha. Aku menulis artikel MARLING berdasarkan hasil reset alias nanya ke orang yang lebih paham dan berdasarkan hasil reset di Google. Pastinya aku tambahin juga hasil analisa ala-ala dari aku sendiri ke artikel MARLING ini.

Nah untuk bahasan pertama di sesi MARLING ini aku bakal ngebahas tentang KOMEDO! Kalian pasti tau banget bentuknya komedo kayak apa kan, mengganggu banget enggak sih? Bikin kulit jadi kasar, apalagi kalau komedo yang warnanya hitam. Ya ampun udah susah dibersihinnya, nangkring di hidung, ganggu penampilan banget deh pokoknya :(

Tapi sebetulnya kamu sendiri tau enggak sih komedo munculnya darimana? Kok bisa ada komedo di muka kita? lanjut baca ya, aku jelasin pelan-pelan. Kalau ada yang bingung mau ditanya silahkan komen dibawah :)

APA SIH KOMEDO ITU?
Komedo bisa dibilang jerawat yang jenisnya ringan atau bisa juga jadi calon jerawat, karena kalau udah parah beneran bisa jadi jerawat. Komedo muncul akibat produksi minyak berlebih yang dihasilkan oleh kelenjar minyak pada kulit. Selain itu komedo juga dapat muncul ketika kita tidak membersihkan kulit dengan benar sehingga kotoran masih tersisa di kulit, atau bisa juga ketika menggunakan makeup yang tipenya masuk dan mengisi pori-pori yang menyebabkan pori-pori tersumbat. Pokoknya kalau pori-pori kalian tersumbat karena kotoran, nah itu deh bisa jadi komedo.

DIMANA KOMEDO MUNCUL?
Biasanya tentu aja di hidung ya, udah pasti. Lebih tepatnya lagi komedo muncul di T-Zone atau daerah T (sekitar dahi dan hidung). Tanda munculnya komedo? Jelas banget kalau kulit ada komedonya pasti terasa kasar atau beruntusan, karena pori-pori kulit terisi kotoran, jadi tekstur kulit seperti timbul, tidak rata, kasar. Bisa juga terlihat dari warna yang dihasilkan oleh komedo tersebut, ada komedo putih (white head) dan komedo hitam (black head). Apa perbedaan white head dan black head? Mari kita bahas lebih lanjut.

WHITE HEAD VS BLACK HEAD
Awal munculnya komedo pasti berwarna putih karena kotoran yang tersumbat masih terlindungi oleh lapisan kulit. Ketika kotorannya sudah sangat menumpuk dan menembus lapisan kulit yang menutupi komedo putih, komedo akan menjadi hitam karena terkena udara di luar kulit, entah dari polusi, bahan kimia seperti asap rokok, make up. Namun ada juga komedo yang tidak terlalu terlihat, tapi kalau dipencet keluar putih komedo putih yang lunak, begitu dikeluarin bentuknya jadi kayak cacing gitu karena nyambung terus (komedoku biasanya yg model gini). Jadi lebih mending komedo yang gimana bentuknya? White or Black?

Enggak ada yang mending sis, semuanya harus dibersihin!

White Head memang tidak terlalu terlihat di kulit kalau dari jauh, berbeda dengan Black Head yang walaupun dari jauh sudah terlihat hitam-hitam di hidung. Semua komedo berpotensi jadi jerawat, khusus di kulitku white head lebih sering jadi jerawat ketimbang black head. Aku cerita berdasarkan pengalamanku ya. Ketika kotoran menumpuk di pori-pori dan tidak dibersihkan, otomatis akan menggumpal dan jadi komedo (white head). Jika kita tidak membersihkannya dengan benar maka komedo tersebut akan menumpuk dan bertambah besar sehingga membengkak karena white head tidak dapat keluar dari pori-pori. Kalau udah membengkak, kulit bisa mengalami infeksi yang menyebabkan area komedo menjadi bengkak, memerah dan sakit, bahkan bisa berisi cairan putih seperti nanah (jerawat nanah).

Black Head tidak perlu ditanya lagi memang terlihat jelas di kulit, biasanya muncul di area hidung. Cara menghilangkannya agak lebih susah dibanding white head karena komedo ini lebih kotor dan berada diluar lapisan kulit, jadi terlihat seperti 'menancap' ke kulit. Buktinya memang black head ini bisa dicabut menggunakan pinset atau ditekan menggunakan jari sampai keluar 'biji' komedonya. Aku sebut biji karena black head biasanya sudah agak mengeras. Maka dari itu biasanya orang-orang menggunakan plester seperti Biore Pore Pack, atau masker peel off yang bisa mencabut black head dari pori-pori. Tapi aku tidak menyarankan cabut black head pakai pinset ya, wah wah wah bisa infeksi nanti kulitmu kalau ditarik komedonya, karena ketika menarik komedo menggunakan pinset bisa jadi bulu wajah kalian ikut ketarik juga. Kalau bulu ditarik secara paksa bisa berakibat radang di folikel rambut atau tempat si bulu itu tumbuh. Kalau kalian tertarik nanti aku bahas tentang folikel rambut lebih jelas lagi, komen ya dibawah hehehe.

Anyway dari info yang aku dapat banyak kasus ketika pengguna krim dokter melepas perawatannya, mereka mengalami hujan black head yang akhirnya jadi jerawat. Kok bisa begitu? Menurut pendapatku pribadi, krim dokter biasanya keras apalagi yang krim racikan dengan embel-embel "PUTIH DALAM SEMINGGU!" "WAJAH MULUS DALAM 3 HARI!" dan sejenisnya. Krim seperti itu kalau dipakai secara rutin apalagi digunakan dalam jangka panjang misal 6 bulan aja, efeknya bisa merusak skin barrier. Nanti aku pelajari lebih lanjut tentang krim racikan berbahaya. Disini hubungannya sama komedo adalah ketika skin barrier rusak maka kulit akan lebih mudah terkena kotoran sehingga komedo yang dihasilkan akan lebih banyak. Karena banyak kasus setelah lepas krim dokter komedonya keluar semua yang akhirnya jadi jerawat di seluruh wajah.

CARA MENGHILANGKAN KOMEDO
  1. Double Cleansing. Karena komedo muncul dari kotoran yang menumpuk maka yang harus dilakukan adalah membersihkan wajah dengan benar. Jangan langsung cuci muka pakai facial wash, karena facial wash aja enggak akan cukup untuk angkat semua kotoran di wajah, apalagi kalau kulit kamu berminyak. Silahkan awali tahap cleansing kalian dengan menggunakan micellar water, lalu cuci muka pakai sabun cuci muka. Jika kamu menggunakan makeup lengkap bisa pakai cleansing oil untuk menghilangkan makeupnya terlebih dulu, lalu pakai micellar water untuk membersihkan sisa minyak, baru cuci muka menggunakan sabun cuci muka kalian. Dengan melakukan double cleansing kulit kalian akan terbiasa bersih dan komedo akan hilang dengan sendirinya.
  2. Gunakan Clay Mask. Clay mask seperti yang kalian ketahui, umumnya bekerja untuk menyerap minyak. Sekarang udah banyak banget clay mask yang berguna untuk menghilangkan komedo seperti clay mask dari brand Innisfree Jeju Volcanic Pore Clay Mask, atau Laneige Mini Pore Waterclay Mask. Kalau kalian merasa berat di ongkos bisa juga menggunakan masker bubuk yang fungsinya untuk menyerap minyak.
  3. Rire All Kill Black Head. Ada yang pernah pakai ini? Rire adalah brand asal Korea yang baru-baru ini aku lirik karena waktu aku pakai All Kill Black Head hasilnya sangat bagus! Fortunately aku udah bikin review lengkapnya, cek disini : 
[REVIEW] RiRe - All Kill Blackhead Remover Stick -- Hilangkan Komedo Dalam 5 Menit!

Sekian dulu tulisanku yang udah panjang banget ini, sebetulnya masih ada lagi yang mau aku bahas tentang komedo, tapi enggak mau aku lanjutin disini takutnya kalian capek bacanya hahaha. Ditunggu aja lanjutannya yaa.

Thanks for reading, see you on my next post!

Love,
R i z t `



Hai hai! Welcome back to my skincare review *yeeey*. Kali ini aku mau review jenis skincare yang belum pernah aku review sebelumnya. Aloe Vera. Salah satu skincare yang super jarang banget aku pakai. Aku pernah coba aloe vera yang hits banget tuh dan hasilnya greasy banget enggak enak yaampun, kulitku malah jadi muncul white head. Kenapa langsung muncul white head? Di kulitku, white head adalah salah satu tanda bahwa aku enggak cocok sama produk itu atau kulitku terlalu lembap setelah pakai produk itu. Kulitku sensitif dan enggak bisa menerima skincare yang terlalu lembap, makanya aku enggak pernah pakai aloe karena fungsi aloe pasti untuk melembapkan kulit. Tapi ternyata aku nemu aloe yang ternyata bisa cocok di kulitku, yaitu Benton Aloe Propolis Soothing Gel.

Jadi ceritanya bulan April kemarin aku datang ke Indo Beauty Expo di JIExpo, Kemayoran. Disana banyak booth skincare dan makeup dari Indonesia dan Asia. Ternyata disana ada booth Style Korean. Kalian tau Style Korean? Style Korean adalah E-Commerce asal Korea yang sudah ada sejak tahun 2012 dan masuk ke Indonesia mulai tahun 2016 lalu. Style Korean juga dipercaya sebagai distributor dari beberapa brand Korea yang belum masuk secara resmi ke Indonesia seperti Nacific, Benton, dan brand lainnya yang belum memiliki BPOM. Jadi disini Style Korean juga mengurus BPOM produk-produk tersebut, salah satunya produk Benton yang akan aku bahas disini, BPOM-nya juga diurus oleh Style Korean. So langsung aja ya ke review-nya.


Packaging
Disini aku dapat minisize-nya, bentuk tube-nya simpel berwarna hijau. Untuk fullsize packagingnya sama aja, cuma beda di netto. Kalau minisize netto 30ml sedangkan fullsize 100ml. Kebanykan produk Korea pada packagingnya masih dalam bahasa Korea atau tulisan hangeul, namun Benton Aloe Propolis Soothing Gel yang dipasarkan di Indonesia saat ini sudah berbahasa Inggris. Ya setidaknya jadi lebih mudah untuk membacanya kan :)
PAO : 6 M (6 bulan)

Ingredients
Active : Allantoin 0.5%
Inactive : Aloe Barbadensis Leaf Water, Butylene Glycol, Aqua (Water), Pentylene Glycol, 1,2-Hexanediol, Glycerin, Propolis Extract, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Betaine, Cucumis Sativus (cucumber a.k.a timun), Fruit Extract, Portulaca Oleracea Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Aloe Barbadensis Leaf Juice Powder, Zanthoxylum Piperitum Fruit Extract, Pulsatilla Koreana Extract, Usnea Barbata (Lichen) Extract, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Arginine. 


Texture
Warnanya bening dan teksturnya mirip dengan aloe vera lainnya, namun menurutku lebih ringan. Wangi aloe tapi waktu dipakai jadi ilang gitu wanginya. Aloe vera milik Benton ini juga lebih mudah menyerap ke kulit dan tidak menyebabkan greasy (berminyak berat yang tidak nyaman), karena waktu kena suhu tubuh langsung mencair gitu. Aku pernah pakai aloe vera lain yang susah banget nyerapnya sampai harus di kipas-kipas padahal aku pakainya enggak banyak, hasilnya malah berminyak banget mukaku, makanya aku enggak pernah pakai aloe. Tapi semenjak kenal Benton Aloe Propolis Soothing Gel sih aku jadi suka pakainya. Biasanya aku pakai kalau mukaku lagi kering banget karena di ruangan ber-AC dan aku pakai habis renang untuk ngademin muka. 

Results
Hasilnya tentu aja buat lembapin kulit, tapi tidak over lembap. Sejauh ini sih enggak ada ngaruh ke jerawatku ya, memang sebetulnya aloe tuh bukan buat ngobatin jerawat kok. Untuk menenangkan jerawat radang bisa, tapi bukan sebagai obat jerawat. Jangan salah kaprah sama embel-embel marketing yang bilang "aloe bisa menghilangkan jerawat", no. Memang ada beberapa kulit yang jerawatnya sembuh karena pakai aloe, tapi kamu harus paham dia jerawatannya karena apa? Kalau jerawatnya lebih ke beruntusan ya memang aloe fungsinya untuk menenangkan wajah jadi beruntusannya bisa hilang, BUKAN untuk obat jerawat. Jangan salah yaa.

Jadi memang sebelum pakai skincare kalian harus tau dulu apa yang dibutuhkan sama kulit kalian. Aku pakai aloe ini untuk menenangkan wajah kalau habis panas-panasan di luar rumah. Selain itu juga aku bawa setiap aku staycation di hotel, karena kamar pasti full AC jadi biar mukaku enggak kering pasti aku pakai aloe ini. Oh ya kalau habis renang juga aku pakai biar mukaku enggak panas. Kadang juga kalau mukaku lagi kering dan aku mau pakai makeup, aku suka pakai aloe Benton biar mukanya lembap jadi makeupnya bisa lebih nempel.

Pros
  • No Alcohol
  • Cepat menyerap
  • Tidak greasy
  • Harga terjangkau
Cons
  • Belum ada, aku suka :D
Jadi gimana, mau ikut pakai Benton Aloe Propolis Soothing Gel? Kalau kalian mau beli bisa langsung ke websitenya stylekorean di id.stylekorean.com harganya Rp. 240.000,- dan sekarang lagi diskon 30% jadi cuma Rp. 168.000,-. Ini harga fullsize ya, bukan minisize kayak punyaku hihi.

Thanks for reading anyway, see you on my next review!

Love,
R i z t `
Review Makeup Althea

Pecinta Korean Makeup Look ayo ngacung! *angkat tangan*. Sebetulnya aku enggak anak K-Beauty amat ya, kalau kalian lihat di instagram aku sih lebih sering makeup biasa aja dan lebih banyak ke western karena konturnya lebih keras, maklum mukaku kan bulat hahaha. Tapi untuk sehari-hari sih aku lebih suka Korean Makeup Look yang simpell banget gituloh, cuma pakai eyeshadow 1 warna aja yang shimmer cantik gitu. Lipennya juga pakai lip tint ombre kayak lagi sakit panas dalam. Nah di post kali ini aku bakal sharing Tutorial Korean Makeup Look menggunakan produk dari brand Korea yaitu Althea. Althea sendiri sebetulnya sudah ada dari sekitar tahun 2017, namun sempat close untuk merapihkan sistem mereka, kemudian buka kembali pada tahun 2018 dan memproduksi beberapa produk skincare dan makeup yang ciamik namun harganya masih sangat terjangkau. Apa aja produk Althea yang aku pakai? Yuk langsung scroll kebawah untuk tau detailnya!

Review Concealer Althea

Althea Flawless Creamy Concealer
Aku bahas runut ya mulai dari complexion dulu. Untuk complexion disini Althea baru punya concealer dan powder. Concealernya ada 4 shade dari yang terang sampai gelap :
  • #01 Vanilla
  • #02 Ginger
  • #03 Honey
  • #04 Mocha 
Buatku concealer Althea termasuk salah satu favorit aku, karena cukup ringan. Walaupun dipakai agak tebal untuk makeup yang berat, hasilnya enggak cakey. So far aku suka karena harganya cukup murah juga cuma 56.000 dengan Netto 6 gram. Aku suka produk yang enggak terlalu banyak isinya kayak gini, karena aku termasuk jarang pakai concealer, jadi pasti concealernya bisa habis sebelum PAO-nya selesai haha. Kan sayang yaa udah beli mahal terus rusak gitu karena jarang dipakai eh udah lewat PAO-nya. Anyway yang belum tau PAO itu Period After Opening, jadi berapa lama produk itu bisa digunakan setelah packagingnya dibuka.


Shade Concealer Althea
Tutorial Korean Makeup Look

Karena aku mau makeupnya flawless jadi aku pakai concealernya agak banyak untuk menutupi kerutan bawah mata. Lalu aku pakai juga di bagian dahi, kening dan dagu untuk membuat highlight, jadi bagian tersebut terlihat lebih cerah. Caranya gampang banget tinggal di blend pakai sponge atau pakai jari aja juga bisa kok. Sesuai namanya, tekstur concealer ini creamy banget dan gampang di blend, makanya aku bilang blend pakai jari aja bisa kok. Aku juga biasanya blend concealer pakai jari sih biar enggak kecolok matanya haha.

Review Petal Velvet Powder Althea

Althea Petal Velvet Powder
Seperti yang udah aku sebut sebelumnya, Althea memiliki produk powder dan tentunya dalam ukuran yang cukup mini juga hanya 3 gram. Beda dengan kebanyakan produk powder lainnya yang sizenya bisa 2-3x lipat dari Petal Velvet Powder ini. Sebetulnya powder sekecil ini dan sehalus ini lebih cocok jadi setting powder. Tapi menurutku untuk ukuran powder coveragenya lumayan loh, bagus untuk menyamarkan noda bekas jerawat. Untuk shadenya sendiri ada banyak, sebetulnya kemarin aku dapat 3 shade : #0 Translucent, Lavender, sama #23 Warm Beige. Disini aku pakai shade #23 Warm Beige.

Tutorial Korean Makeup Look

Cara pakainya gampang banget tinggal diratakan aja ke seluruh permukaan wajah. Hasilnya bikin kulit lebih flawless dan ringan banget! Yang paling aku suka dari Petal Velvet Powder ini adalah kuat banget untuk nahan minyak berlebih di bagian T-zone. Karena aku kulitnya oily-combi jadi bagian T-zone aku suka berminyak lebih dulu. Kalau pakai powder ini minyak aku bisa tahan sampai 4-5 jam, tapi di dalam ruangan yaa. Beda cerita kalau panas-panasan keringetan ya pasti lebih cepat dan lebih banyak berminyaknya.

Review Eyeshadow Althea

Althea Eye Palette Sunrise & Moonrise BCL x Althea
Salah satu palette kecintaan aku ya ini, Eye Palette Sunrise & Moonrise. Eyeshadow palette ini adalah hasil kolaborasi antara Althea dengan BCL a.k.a Bunga Citra Lestari, penyanyi kebanggaan Indonesia Raya yeeey *applause*. Walaupun semua shadenya shimmer dan cuma 1 yang matte tapi shimmernya enggak berlebih dan pigmented banget! Enggak perlu capek blending karena memang semudah itu di blend pakai brush. Powdery sedikit banget dan enggak fall out. I love it. I looove it! 

Oh ya aku belum bahas packagingnya ya. Istimewa banget sih ini tutupnya pakai magnet jadi enggak bakal ada istilah segelannya patah lah apa, nope. Kacanya bagus, aku bahas kaca karena emang kayak dunia real gitu loh gak kayak kaca, gimana sih hahahaha. Pokoknya suka banget lah sama packagingnya, simpel, kokoh, elegan. So wajar banget kalau palette ini di banroll dengan harga Rp. 490.000,- karena memang kualitasnya luar biasa. No fall out, packaging kokoh, cocok banget lah pokoknya. Menurut aku worth banget karena warnanya semua bisa dipakai untuk daily look. 

Review Eyeshadow Althea
Tutorial Korean Makeup Look

Untuk Day Makeup Look aku pakai shade yang natural. Aku pakai shade nomor 5 untuk mewarnai alis. Lalu untuk mata aku gunakan shade nomor 2, diratakan sampai ke seluruh kelopak mata. Tapi jangan sampai alis ya, cukup sampai atas tulang mata aja. Next aku pakai shade nomor 1 untuk mencerahkan bagian eye lid atau lipatan mata. caranya gampang, tinggal di swipe aja pakai jari juga bisa kok. Memang eyeshadow shimmer itu lebih bagus kalau diaplikasikannya pakai jari. Lebih nempel dan pigmented warnanya. 

Review Spotlight Eye Glitter Eyeliner Althea

Althea Spotlight Eye Glitter
Ah ini juga aku cinta produknya. Jadi gini, aku bisa bilang suka banget sama produk ini karena sebelumnya pernah punya yang model gini juga tapi gak sebagus ini. Bagus buat orang relatif ya, untuk aku produk ini pas banget di warna kulitku, gampang banget dipakenya, dan aku suka karena shimmer dan butiran glitternya pas.

Althea Spotlight Eye Glitter ini adalah eye liner liquid shimmer dan ber-glitter. Ada dua shade yaitu #01 Gold Light dan #02 Pink Light. Kenapa aku suka?
  1. Brush aplikatornya kecil tipis tapi kokoh lurus gitu, mudah untuk bikin garis tipis.
  2. Cepat kering, jadi enggak beleberan. Tau beleberan kan? Berantakan gitu deh pokoknya.
  3. Shimmer dan ukuran glitter-nya pas, bisa dipakai untuk daily look.
  4. Bisa dijadiin eyeshadow shimmer.
Poin nomor 4 sering banget aku lakuin, yaitu jadiin eye glitter ini untuk jadi eyeshadow. Bagus banget jadinya kan transparan shimmer glitter gitu jadi bercahaya matanya hahaha.


Review Spotlight Eye Glitter Eyeliner Althea
Tutorial Korean Makeup Look

Nah di look ini aku pakai Spotlight Eye Glitter di bawah mata dan di garis mata yang biasa untuk pakai eyeliner. Efeknya mata jadi lebih besar dan cerah, bagus kan :D

Review Watercolor Cream Tint Althea

Althea Watercolor Cream Tint
Kalau yang ini aku udah pernah review lengkap, kalian bisa cek reviewnya disini :

REVIEW Althea Watercolor Cream Tint All Shades


Review Watercolor Cream Tint Althea
Tutorial Korean Makeup Look

Disebut Cream Tint karena teksturnya memang creamy banget. Aku pakai lip tint ini untuk dijadikan blush on juga. Aku pernah coba untuk dijadiin eyeshadow tapi ternyata gampang ilang, so yaa untuk blush on aja deh. Ada 4 shade yang cantik-cantik. Untuk blush aku pakai shade #03 Peach Cream.

Tutorial Korean Makeup Look

Karena makeupnya untuk siang hari jadi aku pakai lip tint ombre. Kalau di bibir ini aku pakai shade #02 Strawberry Cream. Favoritku banget sih Strawberry Cream ini karena warnanya orange. Aku suka makeup peach-orange karena cocok banget di warna kulitku :)
Anyway untuk highlighter aku pakai eyeshadow shade nomor 1 yaa.


TARAAAAAAAA!
Jadi deh Day Makeup Look untuk siang hari. Kalian bisa pakai setting spray agar makeup-nya tahan lebih lama.

Tutorial Korean Makeup Look

Nah untuk Night Makeup Look kalian bisa banget pertegas warna eyeshadownya. Disini aku pakai shade nomor 6 untuk bagian luar kelopak mata, dan shade nomor 4 untuk bagian dalam kelopak mata. Kalau kalian merasa warnanya masih kurang strong, kalian bisa tambahkan lagi eyeshadownya, yang penting di blend ya biar rapih dan warnanya tercampur dengan baik. 

Tutorial Korean Makeup Look

Aku juga pakai eyeliner tipis untuk mempertegas mata dan menggunakan lip tint sampai full lips agar lebih bold. Ini dia Korean Night Makeup Look ala aku. Mudah banget kan bikinnya, siapapun bisa ngikutin, aku jamin! :D

Mau punya produknya juga? Bisa banget, kalian tinggal main ke websitenya Althea aja di www.althea.kr, pembelian diatas Rp. 300.000,- dapat free ongkir loh!

Sekian review dan tutorial dari aku, semoga kalian suka yaa hasilnya :)

See you on my next post!

Love,
R i z t `
Kampung Daun Lembang Bandung

Sebentar lagi lebaran! Masih 2 minggu lagi sih, tapi enggak masalah kan kalau aku sharing tempat yang asik buat liburan sama keluarga? Karena tempat yang satu ini emang cocok banget buat makan bareng keluarga besar. Tempat ini namanya Kampung Daun. Sebenarnya Kampung Daun termasuk wisata kuliner Bandung yang udah ada sejak lamaaa banget, dari aku SMP sekitar tahun 2006-2007 *yah jadi ketauan deh umurnya haha*. Dulu aku cuma lewat depannya aja, enggak masuk karena... mahal. Iya, dulu belum sanggup bayarnya wakakakak. Nah karena sekarang *alhamdulillah* udah bisa bayar sendiri jadi yaudah aku coba deh makan disana, dan ternyata suasananya itu bikin betaaaah banget! Maaf ya kalo postingan kali ini banyak foto, aku pingin kalian tau suasananya tuh beneran nyaman banget :)

Kampung Daun Lembang Bandung
Kampung Daun Lembang Bandung
Kampung Daun Lembang Bandung

Jadi posisi Kampung Daun ini ada didalam perumahan gitu. Alamat lengkapnya disini :

Perumahan Villa Triniti - Blok RR1
Jl. Sersan Bajuri No. 88 Km 4,7
Cihideung, Parongpong, Kab. Bandung Barat
Jawa Barat, 40154

Dari awal masuk perumahannya aja udah nyamaaan, adeeem semuanya *yaiyalah villa* tapi serius sih emang pohon semua isinya, LOVE BANGET!! Terus pas masuk ke Kampung Daun makin asri lagi suasananya, beneran isinya pohon, batu, tebing, ada air terjunnya gitu. Aku suka banget, sampai "wah.. wahh.. wahhh.." komat-kamit sendiri hahaha.

Kampung Daun Lembang Bandung
Kampung Daun Lembang Bandung
Kampung Daun Lembang Bandung
Kampung Daun Lembang Bandung

Seperti yang bisa dilihat di foto-foto sebelumnya, tempat makan Kampung Daun ini bentuknya saung. Saung-saung terletak berdekatan dari bawah hingga atas. Jumlahnya ada sekitar 40 saung, ada yang kecil dan besar untuk keluarga. Ada juga tempat untuk mengadakan acara, lengkap dengan peralatan sound seperti alat band dan angklung. Awal datang kesana kalian harus ke tempat reservasi dulu, nanti ditanya sama pegawainya, tempatnya untuk berapa orang. Terus mereka ngasih kertas yang isinya nomor saung kita. Kemarin aku dapat saung nomor 39 yang ternyata masuk jauh dan naik keatas. Iya capek, tapi aku menikmati langkah demi langkah selama jalan ke saung, karena udara disana segar dan lewat jembatan yang ada air terjunnya. Air terjun ini bukan yang tinggi banget sih, cuma kayak sungai buatan yang awalnya dari atas, turun sampai ke bawah, bisa dilihat di foto ya hihi

Kampung Daun Lembang Bandung
Kampung Daun Lembang Bandung

Suasananya memang sangat-sangat bikin hati damai. Tapi untuk makanannya sendiri, aku harus jujur, rasanya standar. Bisa kubilang standar karena aku bandingkan dengan harga ya. Aku order Sop Iga Sapi Bakar dengan harga Rp. 125.000,- rasanya biasa aja. Awal lihat Sop nya bening aku pikir mungkin bumbu iga bakarnya yang enak. Waktu makan iga bakarnya, ternyata rasanya biasa aja, kurang bumbu. Tapi untuk harga segitu dengan suasana yang begitu yaudah, it's ok aku enggak akan protes, memang sesuai sama rasa nyamanku bertahan disana haha. Apalagi waktu aku kesana pas banget hujan jadi tambah adem~
Menurutku Kampung Daun cocok banget buat jalan-jalan bareng keluarga karena tempatnya nyaman asli lah nyaman banget, enggak panas walaupun siang. Parkirannya luas, mau bawa minibus juga bisa parkir disana, aman haha. Menunya beragam mulai dari makanan Indonesia hingga makanan Barat (Western). Kalau bawa anak kecil juga enak karena mereka bisa main bareng gitu, jalanan depan saungnya itu luas yang di daerah bawah. Kalau ditempat saungku karena diatas dan paling pojok jadi jalanannya kecil. 

Kampung Daun Lembang Bandung

Sebelum meninggalkan Kampung Daun kalau kalian mau beli oleh-oleh bisa nih ada kiosnya. Ada juga kios yang menjual lukisan karya pelukis disana. Ada yang jualan buah, kerak telor, pokoknya macem-macem deh. Kalau kerak telor sih aku enggak akan beli ya, punya orang Betawi soalnya, di Setu Babakan dekat rumahku juga ada haha.

Nah segitu dulu cerita aku, kalau kalian mau lihat pricelist/menu Kampung Daun kalian bisa lihat di Zomato atau Googling aja langsung, banyak kok yang post. Tapi perlu dilihat tahunnya ya, karena aku kemarin cek di Zomato sepertinya harga lama, jadi beda sekitar 10.000-30.000 sama menu yang sekarang. 

Jadi gimana, Kampung Daun masuk ke agenda libur lebaran kalian enggak nih? Kalau ada wisata kuliner atau tempat menarik lain di Bandung yang bisa aku datengin bisa komen dibawah ya, aku suka banget explore Bandung :D

See you on my next post!

Love,
R i z t `
Review Althea Petal Velvet Sunaway

Sunscreen adalah skincare yang enggak pernah aku lewatin setiap pagi sebelum beraktifitas, setelah pakai skincare pasti aku selesaikan dengan menggunakan sunscreen. Awalnya aku enggak gitu suka pakai sunscreen karena umumnya sunscreen bikin muka jadi greasy/oily a.k.a berminyak. Tapi sunscreen dari Althea ini enggak berminyak gengs, hasilnya velvet, ringan banget di kulit. Kalian tau kan Althea? E-commerce yang menjual berbagai macam produk kecantikan brand Korea mulai dari skincare, bodycare, makeup, hingga beauty tools. Althea sendiri mengeluarkan beberapa produk, salah satunya adalah sunscreen ini, Petal Velvet Sunaway. Bisa kubilang sunscreen ini cocok untuk kulit berjerawat karena ada kandungan yang dapat membantu menyembuhkan jerawat. Kandungan apa tuh ya? Yuk baca sampai selesai :)


Packaging
Aku suka semua packagingnya produk Althea karena simpel tapi tetap looks chic gitu, contohnya ya sunscreen ini. Box warna pink, botol segi empat warna putih dengan tutup warna pink. Udah gitu aja tapi ya bagus gitu loh, aku suka aja hahaha. Sayangnya semua keterangan yang ada di box dan di botolnya dalam tulisan Korea (hangeul). Tapi jangan khawatir, kalian masih bisa baca detail produknya di website Althea : althea.kr
Karena bentuknya yang enggak boros tempat, jadi suka aku bawa bepergian. Kadang untuk travel pun biasanya aku bawa, karena agak slim aja dibanding sunscreen lain yang aku punya. Selain itu juga karena buka-tutupnya dengan diputar dan agak 'ngunci' di akhir, jadi lebih aman enggak bocor deh sunscreennya. Oh ya, di dalam botolnya ada something untuk bantu shake sebelum pakai sunscreen ini, jadi kayak tipe-x kalau lagi di shake ada bunyinya 'klutuk klutuk' gitu.

Ingredients
Water, Cyclopentasiloxane, Zinc Oxide, Disiloxane, Propanediol, Titanium Dioxide, Dicaprylyl Ether, Methyl Methacrylate Crosspolymer, Pelargonium Graveolens Flower Oil, Salvia Officinalis (Sage) Oil, Pogostemon Cablin Oil, Citrus Aurantium Bergamia (Bergamot) Fruit Oil, Rosa Damascena Flower Extract, PEG-10 Dimethicone, Stearic Acid, Aluminum Hydroxide, Vinyl Dimethicone/Methicone Silsesquioxane Crosspolymer, Sodium Chloride, Triethoxycaprylylsilane, 1-2 Hexanediol, Sorbitan Caprylate, Glyceryl Caprylate, Polyglyceryl-6 Polyricinoleate, Ethylhexylglycerin, Butylene Glycol, Ethyl Hexanediol, Caprylyl Glycol. 

Review Althea Petal Velvet Sunaway

Texture
Aku baru ini sih nemu tekstur sunscreen yang kayak Petal Velvet Sunaway. Kalau belum di shake, cairan yang keluar seperti dua cairan yang terpisah yaitu cairan berwarna bening dan cairan putih seperti bubuk. Makanya sebelum dipakai harus di shake (kocok) terlebih dulu agar cairannya tercampur dengan baik. Karena mengandung Damask Rose Extract (ekstrak damask rose (bunga mawar)) maka wangi yang muncul adalah wangi mawar. Sayangnya wangi mawar di sunscreen ini terlalu strong, aku kurang suka. Tapi bagusnya ekstrak mawar dapat menghidrasi kulit dan menenangkan kulit yang iritasi, selain itu Petal Velvet Sunaway mengandung Minyak Geranium yang dapat menyembuhkan jerawat.

Results
Aku selalu pakai sunscreen ini untuk ke kantor. Jadi setiap pagi skincare-ku cuma facial wash-toner-acne serum-sunscreen. Karena serumnya model gel dan membuat kulitku lembap, jadi aku sengaja pakai sunscreen Althea karena ringan (kulitku tidak bisa menerima skincare yang terlalu lembap, jadi aku harus menyeimbangkan paduan skincare agar tidak terlalu lembap hasilnya). Hasilnya sunscreen ini bisa tone up kulit karena bubuk putihnya itu  dan wajah jadi terlihat lebih halus.
Sunscreen ini enggak bisa menahan minyak, jadi setelah 3 jam tuh minyakku udah mulai keluar dan yaudah jadi minyakan haha. Tapi aku suka karena bikin keliatan glowing gitu sih. Walaupun agak minyakan tapi di wajah tetap ringan. BUT! Buat kamu yang suka selfie, lebih baik pakai makeup biar nutupin si sunscreen ini, minimal bedak yang matte deh, karena sunscreennya flashback (bukan mengingat kenangan mantan ya). Flash back maksudnya kalau masuk kamera tuh jadi putih mukanya, apalagi kalau kena flash, jadi mantul ke kamera.
Kalau soal jerawat, aku ngerasa sih Petal Velvet Sunaway ini bisa mensupport skincare yang berguna untuk menyembuhkan jerawat. Jadi fungsinya itu hanya sebagai SUPPORT ya, bukan sunscreen untuk menyembuhkan jerawat. Cocok untuk kulit berjerawat, namun bukan sepenuhnya untuk menyembuhkan jerawat.

Pros
  • Ringan banget di wajah.
  • Cepat menyerap.
  • Tidak greasy.
Cons
  • White cast (flashback/mantul kalau kena cahaya matahari atau flash)
Sekian dulu review dari aku, semoga bermanfaat untuk kalian. Kalau kalian mau beli sunscreen ini juga bisa langsung ke websitenya Althea di althea.kr.

Silahkan di cek dulu, aku yakin pasti ada yang kamu pingin produknya, karena untuk produk Korea di Althea ini bisa terbilang lebih murah dibanding beli di online shop lain. Oh ya belanja dengan nominal 300.000,- keatas bisa free ongkir loh, makanya deh buruan belanja :D

Happy shopping girls!

Love,
R i z t `
Review Garnier Ultra Color

Hai beauties balik lagi ke review aku tentang cat rambut! Sebelumnya aku mau cerita dulu nih, jadi terakhir aku cat rambut itu awal bulan Maret. Waktu itu pertama kalinya aku bleaching, akhirnya 1 bulan kemudian rambutku rusak banget, kering, kasar, udah kayak sapu ijuk di pylox deh parah! Nah akhirnya aku touch up lah pakai Garnier Color Naturals Ultra Color, ternyata hasilnya bagus dan bikin rambut aku jadi lembut lagi, seneng banget deh! Disini ada adik aku juga yang ikutan ngecat rambutnya, tapi dia enggak pernah bleaching sebelumnya. Gimana before-after nya? Scroll aja kebawah, baca reviewnya sampai habis yaa :D

Review Garnier Ultra Color
Review Garnier Ultra Color

Packaging & Cara Penggunaan
Packagingnya simpel banget karena aku pakai yang model sachet, murah banget gengs cuma Rp. 12.500 per sachet. Untuk shadenya mereka punya 5 warna yaitu : Cranberry Red, Golden Brown, Plum Red, Raspberry Red, dan Midnight Blue. Aku pilih shade Plum Red dan pakai 2 sachet karena rambutku panjang, kalau 1 takutnya enggak cukup haha. Di dalam sachetnya ada satu kertas isinya keterangan cara pemakaian lengkap, jadi jangan bingung, gampang banget kok caranya. Di satu sachet itu isinya ada Gel Pewarna dan Krim Developer.


Sebelum melakukan pewarnaan rambut ada baiknya kalian lakukan tes alergi, untuk mengantisipasi kalau kalian memiliki alergi terhadap produk cat rambut ini. Caranya mudah, cukup oleskan sedikit Gel Pewarna pada bagian telinga belakang, lalu diamkan selama 48 jam. Jika setelah 48 jam tidak ada reaksi panas, gatal, kulit memerah, berarti kalian tidak alergi terhadap pewarna rambut dan bisa melanjutkan ke tahap pewarnaan. Nah untuk cara pakainya gampang banget tinggal dicampur aja Gel Pewarna dan Krim Developer-nya, diaduk sampai rata dan dioles ke rambut. Tips dari aku, olesinnya dari lapisan rambut yang paling dalam dulu, kerjainnya pelan-pelan sampai semua rata, jadi rambut kamu enggak belang haha. Untuk baunya agak menyengat sih memang, tapi menurutku lebih mendingan daripada pewarna rambut yang sebelumnya aku pakai. Menurutku malah bau pewarna rambut yang paling mendingan ya si Garnier Color Naturals ini.

Review Garnier Ultra Color

Results
Ini dia hasilnya, before-after rambut aku. Warnanya keluar bagus banget ungu-merah gitu kan namanya juga Plum Red pasti ada ungu-nya. Rambut aku jadi lebih lembut, bisa dilihat di foto before rambut aku agak megar kering, sedangkan di foto after rambutku jadi lurus lembut gitu. Maaf ya kalau foto after-nya agak blur karena rambutku kena angin terbang-terbang terus hahaha. 
Hasilnya enggak perlu ditanya lagi, aku suka banget karena warnanya keluar bagus, walaupun di daerah rambut yang enggak kena bleaching dia tetap keluar warnanya. Selain itu rambutku jadi halus lagi, bersyukur banget rambutku enggak megar kering lagi kayak ijuk haha.

Review Garnier Ultra Color

Karena rambutku sekarang udah berwarna merah, which is merah tuh warna kesukaanku banget! Jadi aku semakin percaya diri untuk pakai make up dan warna baju yang cerah. Untuk make up aku lebih suka pakai warna peach atau orange, karena menurutku paling mudah dan cocok untuk kulit kuning langsat-sawo matang. Sedangkan untuk baju aku suka pakai warna cerah seperti merah, kuning, tosca, biru, pink, pokoknya warna cerah deh.

Sekian review dari aku! Aku rekomen banget untuk kalian yang mau bikin hidup lebih berwarna, coba deh Garnier Color Naturals Ultra Color. Karena warnanya natural tapi berwarna cerah, jadi lebih #BeraniBerwarna :D

Garnier Color Naturals Ultra Color bisa kalian beli di minimarket, supermarket, Garnier Official Store Lazada & Shopee, toko kosmetik, bahkan warung terdekat! Oh ya selain dalam kemasan sachet, Garnier Color Naturals Ultra Color juga tersedia di kemasan kit/box lho! Bedanya di kemasan box terdapat conditioner, sarung tangan dan isinya lebih banyak, cocok untuk kamu yang rambutnya lebih panjang!

Yuk #BeraniBerwarna !

Love,
R i z t `
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Hi there! I love to share anything that i love. Hope you guys enjoy it!

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Acne Treatment di ZAP Premiere Senayan City

Categories

  • #MaroonYangGoogling 2
  • Ampoule 3
  • Beauty Event 19
  • Bodycare 11
  • Cleansing 8
  • Complexion 8
  • Essence 4
  • Eye Product 8
  • Face Mask 6
  • Fashion Event 1
  • Food 5
  • Haircare 8
  • Hangout 3
  • Health 3
  • Hotel 2
  • lifestyle 1
  • Lip Product 15
  • Makeup 38
  • Moisturizer 5
  • Oil 2
  • Parfume 1
  • Serum 12
  • Skincare 47
  • Staycation 2
  • Sunscreen 5
  • Toner 4
  • Tools 1
  • Travel 5
  • Treatment 2

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Total Tayangan Halaman

Arsip Blog

  • ▼  2022 (5)
    • ▼  Oktober (1)
      • [REVIEW] SNP Prep Salironic Serum - Serum untuk me...
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (12)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
  • ►  2020 (19)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2019 (39)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2018 (52)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (10)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2017 (14)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (4)

Beautynesia

beautynesia blogbeautynesia

Pengikut

Oddthemes

Discount Voucher

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates